Posts Tagged ‘linux’

Boot Process di Linux

November 14, 2008

Gara – gara technical test kemaren, gw jadi ngeh klo ternyata gw masih belum mudeng urut – urutan process booting system linux.

Walhasil pas tes troubleshooting, ga kepikiran kenapa nih system baru booting trus langsung reboot lagi, reboot lagi terus – terusan. Akhirnya setelah dikasih clue, baru nyadar gw klo dia nambahin init 6 di rc.localnya.

#!/bin/sh
#
# This script will be executed *after* all the other init scripts.
# You can put your own initialization stuff in here if you don't
# want to do the full Sys V style init stuff.

touch /var/lock/subsys/local
init 6

Aarrgh!!.. Ya iya lah (masa ya iya dong) pantesan dia langsung reboot lagi. Hiiks, asli ga kepikiran sama sekali gw dia nambahin itu disitu. Tapi hmmn, jadi kepikiran buat ngerjain mesin linux anak2. Hehee..

Gw juga gagap waktu ditanya apa aja urut – urutan proses booting dilinux, script apa aja yang dijalanin, de el el, bla bla blaah..

Penasaran dong gw, akhirnya setelah googling sana – sini berikut yang gw tangkep tentang boot process dilinux. Dengan memahami boot process, diharapkan kita akan dapat mensolve masalah – masalah yang muncul berkaitan dengan booting system.

1. Ketika starts up, kernel akan memanggil program init. Kemudian init akan menjalankan script /etc/rc.d/rc.sysinit.

2. Script /etc/rc.d/rc.sysinit akan menjalankan berbagai macam task, seperti configuring network, setting up default keymapping, starting up swapping, dan setting hostname. Silahkan liat sendiri isi dari script /etc/rc.d/rc.sysinit.

3. Kemudian init akan melihat default runlevel apa yang akan dijalankan dengan mengacu pada /etc/inittab. Berikut runlevel yang terdapat disystem linux:

0: Halt
1: Single user mode, maintenance (clean bacups/restores), repairs.
2: Multiuser, without NFS
3: Multiuser mode (standard text mode login assumed)
4: Unused
5: X11 (standard X mode login as well as text mode login)
6: Reboot

4. Setelah tau runlevel yang akan dijalankan, misalnya entry pada inittab adalah: id:5:initdefault:
Maka init kemudian akan menjalankan script yang terdapat pada folder /etc/rc.d/rc5.d yang artinya akan menjalankan service – service mana saja yang harus dijalankan pada runlevel 5. Bila default runlevel pada inittab adalah init 3, maka init akan menjalankan script pada folder /etc/rc.d/rc.3.

Bila kita lihat isi dari folder /etc/rc.d/ terdapat folder – folder: rc0.d rc1.d rc2.d rc3.d rc4.d rc5.d rc6.d, yang berarti menunjukkan jumlah runlevel yang ada.

5. Nama file script dalam folder rc{1,2,3,4,5,6}.d diawali dengan huruf K dan S. K untuk kill dan S untuk start. Jadi bila nama filenya S55sshd maka script tersebut akan menstart service sshd
Sebelumnya, bila kita ls -l pada folder rc{1,2,3,4,5,6}.d tersebut, semuanya merupakan symbolic links kefile – file yang terdapat pada /etc/rc.d/init.d/
Jadi, semua script service dikumpulkan pada /etc/rc.d/init.d/ dan yang terdapat didalam folder rc{1,2,3,4,5,6}.d hanyalah symbolic links.

6. Angka 55 setelah huruf S pada S55sshd menunjukkan urutan script yang dijalankan lebih dulu. Jadi S55sshd lebih dulu dijalankan dari S99local.

7. Bila kita lihat pada setiap folder rc{1,2,3,4,5,6}.d maka script S99local hanya terdapat pada folder rc{3,4,5}.d jadi hanya runlevel 3,4 dan 5 saja yang akan menjalankan script rc.local (S99local adalah symbolic links ke /etc/rc.d/rc.local).

Well, akhirnya sekarang gw tau bagaimana urut – urutan boot process dilinux. Sebagai catatan, boot process diatas adalah yang gw lihat diredhat linux. Distro lain bisa berbeda posisi folder dan scriptnya berada. Tapi kurang lebih sama urut – urutan boot processnya.

Tapi sayangnya, technical testnya udah ga bisa diulang lagi. Jadi, yah minimal lain kali klo gw ada panggilan buat interview dan technical test ditempat lain gw ga gagap lagi klo ditanya tentang boot process dilinux.

Doain gw yaah..

dist-upgrade | Intrepid Ibex

November 5, 2008

Yayaa yaa.. Ubuntu Intrepid Ibex sudah rilis. Sekarang tinggal pilihan kita, mau upgrade, fresh install atau tetep setia dengan hardy. Saya sendiri lebih senang fresh install. Tapi berhubung pc desktop dikantor tidak bisa diganggu gugat karena dipakai untuk kerja ( a.k.a browsing, chatting, emailing :P ) akhirnya saya melakukan upgrade, sambil tetap melakukan aktivitas seperti biasa. Biarlah, nanti notebook kantor aja yang di fresh install.

Proses upgrade sebenarnya sangat mudah. Walaupun sepertinya memakan waktu yg lebih lama daripada fresh install. Tapi selagi proses upgrade komputer masih bisa dipakai seperti biasa. Jadi tidak akan ada downtime.

Yang saya lakukan untuk proses upgrade ini adalah menggunakan iso installernya yang sebelumnya sudah saya unduh. Berikut langkah-langkahnya:

Sebelumnya saya menggunakan siHardy

onay@dudulz:~$ cat /etc/issue
Ubuntu 8.04.1 \n \l

Unduh file isonya:

onay@dudulz:~$ wget -c -b http://ftp.yz.yamagata-u.ac.jp/pub/linux/ubuntu/releases/8.10/ubuntu-8.10-alternate-i386.iso

Sebelumnya juga sudah ada apache2 http server running pada system saya. Siapkan direktori pada DocumetRoot web server:

onay@dudulz:~$ sudo mkdir -p /var/www/Ubuntu/intrepid

Mount file installernya kedalam direktori yang telah disiapkan:

onay@dudulz:~$ sudo mount -o loop ubuntu-8.10-alternate-i386.iso /var/www/Ubuntu/intrepid

Selanjutnya hapus atau mark [ # ] semua source repositories yang lain dan tambahkan sourcelist berikut pada /etc/apt/sources.list:

deb http://localhost/Ubuntu/intrepid intrepid main restricted

Lakukan update repositorinya:

onay@dudulz:~$ sudo apt-get update

Baru lakukan proses upgrade:

onay@dudulz:~$ sudo apt-get dist-upgrade

Sambil menunggu proses upgrade silahkan lakukan pekerjaan seperti biasa. Dan berdoalah semoga semuanya berjalan dengan lancar. :P
Tapi tetap pantau prosesnya, karena ada beberapa proses yang meminta pertanyaan Yes atau No.
Setelah selesai komputer meminta untuk direboot.

Setelah reboot, cek apakah ubuntu kita sudah berubah menjadi intrepid:

onay@dudulz:~$ cat /etc/issue
Ubuntu 8.10 \n \l

Sekarang Ubuntu Hardy saya sudah berubah menjadi Intrepid. Tapi tunggu dulu, sekarang baru main systemnya aja yang diupgrade. Untuk aplikasi2 lainnya yang saya install melalui multiverse dan multiverse belum terupgrade.
Untuk itu saya harus tetap menambahkan source list untuk Intrepid.
Tambahkan entri berikut pada /etc/apt/sources.list:

http://kambing.ui.edu/ubuntu/ intrepid main restricted multiverse universe

Selanjutnya tinggal klik icon notification update pada pojok kanan atas taskbar. Dan update aplikasi yg blm terupgrade.

Gampang kan..

Vmware on my dudulz-box

September 8, 2008

Tutorial basbang. Iseng aja kemaren abis reinstall laptop dudul saya dengan si Hardy 8.0.4.1. Gara – gara yg kemaren updatenya banyak banget, 200MB lebih. Dari pada diomelin sama Admin kantor, ya udah akhirnya reinstall versi update ajah. * Padahal donlot yang 8.0.4.1 dah hampir 700MB, sama aja boong deh. Menggap – menggap klo ikutin updatenya ubuntu terus nih..

Dah gitu ditambah lagi install aplikasi lain, donlot vmware lagi udah 100MB lebih. Eh, ternyata vmware yang versi ini dah ga perlu patch lagi klo diinstall dihardy. Tinggal install aja. Hmm, very good.

Read the rest of this entry »

Installing OpenOffice 2.4 on Ubuntu Gutsy

April 24, 2008

Belum lama ini, openoffice.org mengeluarkan rilis terbarunya openoffice.org 2.4. Tidak seperti biasanya, pada rilis ini openoffice.org jg merilis versi .debnya. Dengan begitu, para debian user ga perlu compile dari source lagi. Thx openoffice.org.

Berikut adalah yang saya lakukan untuk menginstallnya:

Uninstall openoffice.org yang lama
dpkg -l | grep openoffice.org
apt-get remove openoffice.org-common

Mekarkan openoffice.org yang baru
tar zxvf OOo_2.4.0_LinuxIntel_install_en-US_deb.tar.gz

Masuk kefolder hasil ekstraksi
cd OOH680_m12_native_packed-1_en-US.9286/DEBS

Mulai install
dpkg -i *.deb

Install juga desktop-integrationnya
cd desktop-integration
dpkg -i openoffice.org-debian-menus_2.4-9268_all.deb

Selesai. Kata siapa nginstall aplikasi dilinux itu susah? hehee..