Tergelitik dengan tweet seorang kawan saya yang bilang “banyak yg tidak certified dilinux tapi banyak yg sudah ahli linux tanpa certified”
Sebenarnya tidak ada yg salah dari statement tersebut, hanya saja menarik untuk kita kaji lebih dalam mengenai seberapa perlukah sertifikasi IT itu sendiri?
Pertama, saya sendiri merasakan manfaat yang sangat banyak setelah berhasil mendapatkan sertifikasi pertama saya.
Sertifikasi yang saya punya mungkin hanya kecil dibanding teman – teman lain yang mempunya seabrek sertifikasi profesional lainnya. Tapi, walaupun cuma sedikit Alhamdulillah sertifikasi tersebut telah mampu membawa saya ke jenjang pekerjaan yang lebih baik.
Kembali kepertanyaan dasar, perlukah?
Dilihat dari dunia industri, sertifikasi diperlukan oleh perusahaan sebagai dasar dan standar pertimbangan dalam memilih bakal calon karyawan. Perusahaan perlu bukti bahwa calon karyawan tersebut adalah benar – benar menguasai apa yang disyaratkan dalam perusahaannya.
Berdasarkan pengalaman saya, saya beberapa kali diterima bekerja tanpa melalui teknikal tes sedangkan yang lain yang belum punya sertifikasi tetap harus menjalani teknikal tes.
Ok, sekarang dilihat dari sang pencari kerja. Ada banyak teman saya yang ahli Linux tetapi tidak punya sertifikasi.
Bahkan ada yang sudah sehidup semati di console linux setelah maju untuk mengambil ujian sertifikasi ternyata gagal.
Ujian sertifikasi didesain agar cocok dengan dunia industri yang ada sekarang. Jadi apa yang di ujiankan adalah pekerjaan yang akan ditemui sehari – hari pada dunia industri.
Ya setidaknya itu yang saya alami sendiri. Sebagai sysadmin linux yang bertanggung jawab memaintain puluhan server linux agar dalam kondisi yang stabil, materi sertifikasi yang saya ambil (RHCE) adalah sangat pas dengan pekerjaan saya.
Bagaimana dengan orang yang ahli linux tapi tidak punya sertifikasi? Linux sendiri adalah sangat luas cakupannya. Jadi bila kita belajar tanpa cakupan yang khusus bisa jadi kita belajar materi yang ternyata tidak dipakai oleh dunia industri.
Jadi disitulah pentingnya sertifikasi, untuk membimbing kita agar menguasai materi yang nantinya diperlukan oleh dunia industri. Sehingga kita tidak salah jalan dalam belajar. Kecuali yang anda pelajari adalah hobi anda dan anda tidak mengharapkan mendapatkan pencarian dari yang anda pelajari tersebut. Walaupun tidak ada ilmu yang percuma.
Sekarang kembali berpulang kediri masing – masing, apakah kita mau dicap sebagai profesional oleh dunia industri atau tidak. Maka hanya sertifikasi lah yang bisa menjadi bukti skill anda. Kecuali anda adalah seorang legenda yang sudah terbukti seperti Linus Torvald maka anda tidak memerlukan sertifikasi lagi.
Terakhir, untuk pekerjaan yang sama tetapi anda mempunyai sertifikasi penunjang dan dibandingkan dengan teman satu team anda yang tidak punya sertifikasi “biasanya” (dalam kutip) anda akan digaji lebih besar dari teman anda yang tidak punya sertifikasi. Ini adalah wujud penghargaan perusahaan atas kerja keras karyawannya yang mau bersusah payah mengambil sertifikasi.
Semoga bermanfaat.
Salam.



