2011 in review

January 1, 2012

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 3,100 times in 2011. If it were a cable car, it would take about 52 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.


Virtualbox Headless

December 31, 2011

Kadang – kadang saya tidak butuh window untuk mengakses beberapa guest os yang saya install pada virtual box. Ternyata virtual box juga punya fitur untuk langsung menjalankan guest os dibackground tanpa menampilkan window-nya. Kalau ternyata perlu, kita juga bisa mengaktifkan fitur remote display untuk mengakses gui guest os yang telah kita install didalam virtual box.

Berikut caranya:

Catatan:
Sebelumnya kita sudah terlebih dahulu menginstall guest os-nya menggunakan virtual box window.
Jalankan perintah berikut menggunakan user sewaktu anda menginstall guest os-nya.

~ Untuk melihat list vms pada virtual box:

[onay@dudulz-box ~]$ vboxmanage list vms
"WindowsXP" {f6a3488f-f8bb-4e21-bad2-8efb0377ab4c}
"Solaris10" {f113b0b4-3801-4131-9d5b-63be67ea7648}

~ Untuk menjalankan vms tanpa menggunakan window:

[onay@dudulz-box ~]$ vboxheadless -s Solaris10 &
[1] 8433

Oracle VM VirtualBox Headless Interface 4.1.8
(C) 2008-2011 Oracle Corporation
All rights reserved.

VRDE server is listening on port 3389.

~Selanjutnya saya tinggal ssh kedalam guest os tersebut.

[onay@dudulz-box ~]$ ssh root@192.168.56.10
Password:
Last login: Sat Dec 31 23:19:18 2011 from fedorabox
Sun Microsystems Inc. SunOS 5.10 Generic January 2005
-bash-3.00#

~ Bila ingin mengakses guinya bisa menggunakan rdesktop, port default adalah 3389. Kita juga bisa mengganti portnya menggunakan virtual box window pada menu Setting > Display > Remote Display.

[onay@dudulz-box ~]$ rdesktop -a 16 -N 192.168.56.1:3389

Ip 192.168.56.1 adalah ip laptop saya tempat virtual box diinstall (host os).

rdesktop ke vbox headless

rdesktop ke vbox headless

Sekian.

*last post on 2011*


Script menghitung persentase penggunaan memory

December 24, 2011

Ngantuk nunggu jam shift selesai, iseng – iseng bikin script sederhana buat ngitung persentase penggunaan memory.

Seperti yg kita ketahui, perintah top di linux/unix hanya mengeluarkan Total memory dan Free memory.
Nah dari pada bolak balik buka calculator, atau copas di excel, biar lebih geeky, berikut saya buat script yang dijalankan pada command line.

[onay@dudulz-box Script]$ cat persen.sh
#!/bin/bash
# memory usage percentage script
# author onay

HELP="USAGE: ./persen.sh MEMTOTAL MEMFREE"

if [[ -n "$1" && -n "$2" ]] ; then

let MEMUSAGE=$1-$2
PERCENTAGE=`awk 'BEGIN{ printf ( '$MEMUSAGE' / '$1' * 100 ) }'`

echo 'Memory Total =' $1'G'
echo 'Memory Free =' $2'G'
echo 'Memory Usage =' $MEMUSAGE'G'
echo 'Memory Usage Percentage =' $PERCENTAGE'%'

else

echo $HELP

fi

Untuk menjalankan scriptnya, terlebih dulu jalankan perintah top dan lihat total memory dan free memory-nya.

# top
last pid: 2444; load avg: 12.1, 9.80, 8.83; up 865+18:37:44 22:03:37
653 processes: 628 sleeping, 8 zombie, 5 stopped, 12 on cpu
CPU states: 66.0% idle, 15.5% user, 18.6% kernel, 0.0% iowait, 0.0% swap
Memory: 80G phys mem, 13G free mem, 67G total swap, 66G free swap

Setelah itu jalankan scriptnya dengan menambahkan total mem dan free mem-nya.

[onay@dudulz-box Script]$ ./persen.sh 80 13
Memory Total = 80G
Memory Free = 13G
Memory Usage = 67G
Memory Usage Percentage = 83.75%

Memory usage dalam persentasenya adalah 83.75%.
Nah lumayan menghilangkan kebosanan..

Regards,
Onay.


Stop penggunaan kata Unlimited pada produk Internet Limited Operator Selular

November 8, 2011

Saya adalah salah satu dari sekian banyak pengguna Internet Berlangganan pada mobile handset saya. Seringkali kita mendengar, membaca atau melihat kata – kata UNLIMITED pada promosi produk – produk Langganan Internet oleh Operator Selular. Bahkan kalau mau dilihat hampir semua Operator menggunakan kata UNLIMITED pada promosi produk Langganan Internet-nya.

Sebenarnya apakah yang salah dari penggunaan kata UNLIMITED ini?

Tidak ada yang salah apabila produknya memang benar – benar tidak ada batasan “UNLIMITED”, tapi pada kenyataannya adalah produk yang ditawarkan terdapat batasan “LIMITED” penggunaan. Kecepatan internet pelanggan akan diturunkan apabila pelanggan tersebut telah memenuhi quota download tertentu. Dan hal ini bisa dibilang adalah batasan “LIMITED” dari produk tersebut yang mana bertentangan dengan jargon promosi yang dilakukan oleh Operator – operator penyedia layanan Internet berlangganan tersebut.

Unlimited sendiri bisa diartikan Tidak Terbatas, kebalikan dari kata Terbatas. Kata Terbatas sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai berikut:

terbatas: ter.ba.tas
[a] (1) telah dibatasi (ditentukan batas-batasnya); tertentu (tidak boleh lebih): kekuasaannya -; (2) sedikit; tidak luas; tidak leluasa: pd zaman revolusi kita berperang dng peralatan perang yg serba -; biaya yg — seringkali mengganggu kelancaran kegiatan

Referensi: http://kamusbahasaindonesia.org/terbatas

Jadi kata Tidak Terbatas adalah kebalikan dari definisi diatas yang intinya adalah Tidak Ada Batasan.

Saya yakin para pengguna Internet berlangganan sudah sadar akan hal ini, hanya saja masih sekadar bahan kasak – kusuk atau lelucon di-mailing list. Semoga dengan tulisan ini dapat memberi informasi kepada yang lain bahwa selama ini kita telah DIBODOHI.

Dan walaupun tidak berharap banyak, semoga tulisan ini dapat dibaca para pemberi kebijakan untuk menghentikan pembodohan tersebut.

Salam,

Pengguna setia Internet LIMITED.


Solaris admin start up

November 2, 2011

After a few days play with solaris box, berikut yang saya lakukan pertama kali setelah fresh install solaris dengan minimal installation package.

1. Install bash
Pertama kali login, saya disuguhi dengan shell sh. Tidak bisa autocomplete, tidak ada history. It’s take a lot of pain to use it.
Jadi yang pertama saya lakukan adalah menginstall bash shell.

Mounting DVD installer Solaris:
# mount -F hsfs -o ro /dev/dsk/c1t0d0s0 /mnt

Masuk ke direktori paket2 solaris:
# cd /mnt/Solaris_10/Product

Lihat isi direktori tersebut dan filter paket bashnya saja:
# ls | grep bash
SUNWbash
SUNWbashS

Terdapat dua paket bash, SUNWbash adalah binary bash dan SUNWbashS adalah sourcenya.
Informasi paket bisa dilihat pada file pkginfo didalam direktori paket tersebut.

Install paket bash:
# pkgadd -d . SUNWbash

Untuk menggunakan shell bash tersebut ketikkan command bash:
# bash
bash-3.00#

Untuk mendapatkan shell bash setiap login dapat diedit file /etc/passwd dan ganti shellnya ke /bin/bash:
# vi /etc/passwd
root:x:0:0:Super-User:/:/bin/bash

2. Install ssh
SSH is a must :D

Cek service ssh apakah sudah terinstall:
# svcs | grep ssh
#

Bila tidak ada output apa2 berarti ssh belum terinstall

Masuk kedirektori tempat paket2 solaris dan search paket related dengan ssh:
# cd /mnt/Solaris_10/Product
# ls | grep ssh
SUNWsshcu
SUNWsshdr
SUNWsshdu
SUNWsshr
SUNWsshu

Install kelima paket diatas:
# pkgadd -d . SUNWsshcu SUNWsshdr SUNWsshdu SUNWsshr SUNWsshu

Generate certificate:
# /lib/svc/method/sshd -c

Start dan enable service ssh:
# svcadm restart ssh
# svcadm enable ssh

Sekarang periksa kembali apakah service ssh sudah online:
# svcs -a | grep ssh
online 21:46:14 svc:/network/ssh:default

Default konfigurasi sshd adalah tidak membolehkan user root untuk login, berikut adalah untuk membolehkannya:
# vi /etc/ssh/sshd_config
PermitRootLogin yes

3. Install manual
Karena masih newbie disolaris, saya masih sangat tergantung dengan manual :D

Masuk ke direktori paket2 solaris:
# cd /mnt/Solaris_10/Product

Install paket SUNWman dan SUNWdoc:
# pkgadd -d . SUNWman SUNWdoc

Ok, selesai sampai disini. Sebenarnya saya masih butuh satu hal lagi agar bisa nyaman dalam mengkonfigurasi solaris box ini. Yaitu menginstall vim.
Tapi karena langkahnya lumayan panjang, maka akan saya buat sebagai catatan tersendiri.

Well, have fun with your solaris box..


Survival mode!!

September 25, 2011

Why it’s really hard for me to focus!!

Entah sudah berapa lama saya tidak berlama – lama memegang console.

Kangen dengan moment dimana saya tertidur sambil tangan masih memegang keyboard dan berbantal buku tebal manual.

Kangen dengan moment dimana saya membuka browser dengan puluhan tab.

Now I think I loose my internet browsing skills.

Somebody please wake me up!!

:(


Writed with my nexus s


Udah ga ABG tapi masih Labil!!

February 14, 2011

Guys, life is about of making decision. Kita selalu keluar dari satu keputusan dan masuk kekeputusan lainnya. Kadang – kadang ada keputusan besar yang harus kita ambil yang akan merubah nasib besar kita kedepannya nanti.

And I stand up of that big decision right now. Saya seperti sedang berada dipersimpangan jalan yang menentukan mau jadi apa saya kedepan nanti. Tiba saat saya harus memantapkan jalan karier saya sebagai engineer.

Dalam salah satu chatting saya dengan seorang teman, dia bilang: “Harus ambil spesialist mas, kalo engga nanti jadi kontraproduktif.”
Ya.. Selama ini saya belajar sesuatu sesuai dengan kemauan hati saya saja. Kadang ngoprek linux, unix, programming, security sampai kenetwork. Sehingga semua yang saya dapat hanya permukaannya saja. Tidak sampai kelevel pendalaman atau spesialist. Dan kini saatnya saya harus menentukan mau kearah mana saya melakukan pendalaman demi mengejar karier profesional saya sebagai engineer.

Lanjut kesystem atau kenetwork. Inilah dua hal yg masih membuat saya bingung. Baru saja kemarin saya posting tentang solaris admin wanabe, eh tau2 sekarang saya malah lulus ujian ccna. Labil..

Sepertinya saya juga melihat kelabilan ini dialami oleh teman – teman saya juga. :P Banyak yang masih mencari – cari kesempatan, memilih dan menimbang – nimbang. Mau jadi apa mereka kedepan nanti.

Well guys, happy choosing. And sampai bertemu lagi 5 tahun kedepan dimana kita sudah memilih karier profesional kita masing – masing.

And act as a pro pastinya!!.. ;)

Regards,
/me


Solaris admin wannabe

November 29, 2010

I think i’m great with linux. But after I try play with solaris system, i’m totally blind. Dulu saya pikir mudah untuk switch ke system unix. Sehingga saya cukup percaya diri memasukkan solaris system admin kedalam cv saya. :P Tapi setelah mau benar – benar mencoba, ternyata solaris sangat jauh berbeda dari linux.

Sekedar mount cd rom saja saya harus googling berjam – jam. Penamaan devices yang berbeda sangat memusingkan saya. Untuk menginstall paket ssh dan menjalankan servicenya butuh waktu seharian buat saya.

Kenapa saya ingin mencoba belajar solaris? Sedikit bercerita, karena sudah dipenghujung tahun, kemarin saya coba membaca kembali catatan resolusi saya ditahun ini. Dan disitu ada point dimana saya merencanakan untuk mendapatkan sertifikasi lagi. Tahun kemarin 2009 resolusi saya adalah mendapatkan sertifikasi RHCE, dan alhamdulillah saya berhasil mendapatkannya. Tapi tahun ini? Saya merencanakan untuk mendapatkan sertifikasi SCSA atau CCNA. Walhasil sudah dipenghujung tahun ini, saya masih belum mendapatkan salah satu dari sertifikasi tersebut. :(

Bulan – bulan kemarin saya sempat ngotot sekali belajar network. Tapi setelah saya lakukan sepertinya saya memang kurang minat disitu. Entah kenapa, malas sekali untuk coba tekun belajar. Tapi setelah coba belajar solaris, I feel like I’m life again. :D

Banyak kesenangan yang saya dapat dalam mengoprek system baru ini. Seperti kesenangan yang saya dapatkan sewaktu belajar linux dulu. Kesenangannya adalah “masalah”. Banyak sekali masalah ketidak bisa’an saya pada solaris. Seperti diatas tadi, untuk memount cdrom atau sekadar menginstall paket saya menemukan masalah. Dan masalah itu membuat saya penasaran dan tertantang untuk memecahkannya.

Masalahnya adalah saya terlalu membandingkan antara linux yang sudah cukup saya kuasai dengan lingkungan unix yang memang environmentnya berbeda. Hal ini membuat saya bingung karena mengira semua hanya sedikit perbedaan command. Tapi ternyata arsitekturnya juga sangat berbeda.

Well, memang kita tidak bisa mengisi gelas yang sudah penuh. Sepertinya saya harus mengosongkan gelas saya. Dan mulai mengisinya dengan hal yang sama sekali baru.

Bila tidak tahun ini, mudah – mudahan tahun depan saya bisa..

Wish me luck!!.. :P


Membuat yum local repository dalam 5 menit

June 28, 2010

Hollaaa.. Gosh, ternyata pekerjaan mempengaruhi produktivitas menulis blog. Sebenarnya masih banyak draft yg menunggu untuk diselesaikan, tapi entah kenapa malas sekali meneruskan tulisan yg lama.

Ok, another very simple howto.

Biasanya setiap menginstall mesin – mesin rhel, saya juga langsung mensetting yumnya agar merujuk pada paket default yang terdapat pada dvd installernya. Hal ini memudahkan saya bila mau menginstall paket – paket tambahan yang kurang.

Berikut catatannya:

1. Copy dvd installer

# readcd dev=/dev/cdrom f=/root/RHEL5.4.iso

Langkah ini adalah membuat image dari dvd installernya. Kenapa saya buat isonya, karena bila suatu saat saya butuh menginstallnya lagi tinggal diburn lagi isonya. :D

2. Mount iso

# mkdir /repo
# mount -o loop /root/RHEL5.4.iso /repo/
# echo "mount -o loop /root/RHEL5.4.iso /repo/" >> /etc/rc.local

Saya taruh perintah mount tersebut di /etc/rc.local agar tetap termount pada saat server direboot.

3. Create yum conf

# cd /etc/yum.repos.d
# cp rhel-debuginfo.repo rhel-Server.repo
# vim rhel-Server.repo

Defaultnya ada file rhel-debuginfo.repo pada setiap installasi. Nah saya biasanya pakai file ini sebagai template. Dengan sedikit modifikasi tentunya. Ganti dengan yang dicetak tebal. :P

[rhel-Server]
name=Red Hat Enterprise Linux - Server
baseurl=file:///repo/Server
enabled=1
gpgcheck=0
gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-redhat-release

# cp rhel-Server.repo rhel-Cluster.repo
# vim rhel-Cluster.repo

[rhel-Cluster]
name=Red Hat Enterprise Linux - Cluster
baseurl=file:///repo/Cluster
enabled=1
gpgcheck=0
gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-redhat-release

# cp rhel-Server.repo rhel-ClusterStorage.repo
# vim rhel-ClusterStorage.repo

[rhel-ClusterStorage]
name=Red Hat Enterprise Linux - ClusterStorage
baseurl=file:///repo/ClusterStorage
enabled=1
gpgcheck=0
gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-redhat-release

# cp rhel-Server.repo rhel-VT.repo
# vim rhel-VT.repo

[rhel-VT]
name=Red Hat Enterprise Linux - VT
baseurl=file:///repo/VT
enabled=1
gpgcheck=0
gpgkey=file:///etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY-redhat-release

Pada dvd installer paket2 rpmnya dipisah dan terdapat pada folder Server, Cluster, ClusterStorage dan VT. Karena itu saya buat 4 file .repo sesuai dengan folder paket rpmnya.

3. Clean all yum cache and create new one

# yum clean all
# yum makecache

Perintah ini adalah membersihkan cache sebelumnya dan membuatnya kembali.

Nah, sekarang saya sudah bisa menginstall paket menggunakan yum. Ya ya, ternyata memang lebih dari lima menit karena langkah yang pertama butuh waktu lama untuk membuat image dari dvd. Tapi untuk confignya mungkin bisa kurang dari 5 menit. :D

Happy yum install..


Bagaimana membaca partisi ntfs pada RedHat / CentOS

April 26, 2010

Redhat sampai saat ini belum bisa membaca partisi ntfs secara default. Sedangkan dukungan untuk membaca partisi ntfs dilinux boleh dibilang sudah cukup stabil. Software yang digunakan adalah ntfs-3g. Saya coba cari di rhn redhat paket tersebut juga belum disediakan secara resmi oleh redhat. Tapi sukurlah paket tersebut sudah ada pada rpmforge repository. Tapi pergunakan paket tersebut dengan resiko sendiri. :D

Pada centos 5.2 yang saya gunakan, paket yang dibutuhkan adalah fuse, fuse-ntfs-3g, dkms, dan dkms-fuse. Bila sudah mengkonfigure yum kerpmforge maka dapat langsung menggunakan command yum install fuse fuse-ntfs-3g dkms dkms-fuse

Bisa juga dengan mendownload paket2nya dulu dan menginstallnya secara manual, cara seperti ini lah yang saya lakukan:

Langkah 1 ~
Download paket fuse, fuse-ntfs-3g, dkms, dan dkms-fuse dari sini.

Langkah 2 ~
Install paket tersebut:

[root@dudulz-box ~]# rpm -ivh dkms-* fuse-*
warning: dkms-2.0.22.0-1.el5.rf.noarch.rpm: Header V3 DSA signature: NOKEY, key ID 6b8d79e6
error: Failed dependencies:
gcc is needed by dkms-2.0.22.0-1.el5.rf.noarch
kernel-devel is needed by dkms-2.0.22.0-1.el5.rf.noarch
gcc is needed by dkms-fuse-2.7.4-1.nodist.rf.noarch

Bila gcc dan kernel-devel blm terinstall maka akan muncul seperti diatas. Untuk itu gcc dan kernel-devel harus diinstall juga. Paket gcc dan kernel-devel terdapat dalam cd installer centos 5.2.

[root@dudulz-box ~]# yum install gcc kernel-devel

[root@dudulz-box ~]# rpm -ivh dkms-* fuse-*
warning: dkms-2.0.22.0-1.el5.rf.noarch.rpm: Header V3 DSA signature: NOKEY, key ID 6b8d79e6
Preparing... ########################################### [100%]
1:fuse ########################################### [ 25%]
2:dkms ########################################### [ 50%]
3:dkms-fuse ########################################### [ 75%]
4:fuse-ntfs-3g ########################################### [100%]

Langkah 3 ~
Mount partisi ntfsnya:

[root@dudulz-box ~]# fdisk -l

Disk /dev/hda: 2147 MB, 2147483648 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 261 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hda1 * 1 13 104391 83 Linux
/dev/hda2 14 261 1992060 8e Linux LVM

Disk /dev/hdb: 106 MB, 106954752 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 13 cylinders
Units = cylinders of 16065 * 512 = 8225280 bytes

Device Boot Start End Blocks Id System
/dev/hdb1 1 12 96358+ 42 NTFS

[root@dudulz-box ~]# mount /dev/hdb1 /mnt/
[root@dudulz-box ~]# mount
/dev/mapper/VolGroup00-LogVol00 on / type ext3 (rw)
proc on /proc type proc (rw)
sysfs on /sys type sysfs (rw)
devpts on /dev/pts type devpts (rw,gid=5,mode=620)
/dev/hda1 on /boot type ext3 (rw)
tmpfs on /dev/shm type tmpfs (rw)
none on /proc/sys/fs/binfmt_misc type binfmt_misc (rw)
sunrpc on /var/lib/nfs/rpc_pipefs type rpc_pipefs (rw)
/dev/hdb1 on /mnt type fuseblk (rw,allow_other,blksize=512)

[root@dudulz-box ~]# cd /mnt/
[root@dudulz-box mnt]# ls
System Volume Information
[root@dudulz-box mnt]# touch foo
[root@dudulz-box mnt]# ls
foo System Volume Information

Done. Sekarang centos 5.2 saya sudah bisa baca tulis partisi ntfs.
Lebih lengkapnya bisa merujuk kesini http://wiki.centos.org/TipsAndTricks/NTFS

Semoga berguna..


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 155 other followers